Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Sultra » Larangan Operasional PT SCM Picu Terhentinya Bantuan dan Program Masyarakat di Routa

Larangan Operasional PT SCM Picu Terhentinya Bantuan dan Program Masyarakat di Routa

  • account_circle koararakonawe@gmail.com
  • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
  • visibility 17
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Konawe, MuaraIndfo.Id – Konflik berkepanjangan di wilayah lingkar tambang Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, mulai berdampak pada ribuan warga. Aksi unjuk rasa yang kerap dilakukan sekelompok warga Kecamatan Routa yang menuntut pembangunan smelter di wilayah lokal kini berujung pada pelarangan aktivitas bagi PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) di sejumlah wilayah Kecamatan Routa. Papan larangan berukuran besar dengan warna mencolok ini kini terpampang di gerbang masuk Kelurahan Routa.

 

Pasca adanya larangan aktivitas bagi PT SCM yang terpasang sejak awal tahun 2026 tersebut, akses penyaluran bantuan dan program bagi masyarakat di wilayah utama Kecamatan Routa terkhusus Kelurahan Routa, Desa Tirawonua, dan Desa Parudongka pun nyaris terhenti. Beberapa program yang kini terhambat meliputi Program Safari Ramadan, bantuan rumah ibadah, hingga distribusi paket sembako pada hari raya Idul Fitri lalu. Tak hanya itu, pendampingan kegiatan ekonomi, pendampingan masyarakat, hingga pembangunan infrastruktur di tiga wilayah yang terdampak tersebut kini terhenti.

Kondisi di lapangan semakin memprihatinkan karena adanya indikasi isyu ancaman dari kelompok pengunjuk rasa terhadap proses distribusi bantuan ini. Demi menyalurkan hak warga berupa bingkisan pada momen idul fitri lalu, sejumlah perangkat desa dan kelurahan terpaksa menjemput dan melakukan distribusi bantuan secara sembunyi-sembunyi agar tidak dihadang oleh kelompok tersebut.

 

Pemblokiran akses sekelompok warga Routa ini justru berdampak pada ribuan warga di desa lainnya akibat terhentinya penyaluran program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT SCM di tiga desa dan kelurahan di Kecamatan Routa. Padahal, ketiga wilayah ini merupakan jantung populasi Kecamatan Routa. Berdasarkan data, terdapat lebih dari tiga ribu jiwa yang terdampak—setara dengan 75 persen dari total 4.451 jiwa penduduk di Kecamatan Routa.

 

Menyikapi blokade akses tersebut, Ketua Forum Peduli Masyarakat Routa (FPMR) yang juga warga Desa Parudongka, Haedariah, S.Pd., M.Hum, mengecam keras tindakan pelarangan aktifitas bagi PT SCM karena dianggap hanya merugikan masyarakat Routa. Menurutnya, pelarangan justru menghambat program pemberdayaan sosial kemasayarakatan yang menghalangi pertumbuhan ekonomi wilayah lingkar tambang di Kecamatan Routa dan Kabupaten Konawe.

“Aksi pelarangan tersebut sudah termasuk aksi premanisme. Sangat ironis melihat ribuan warga di tiga desa dijadikan tameng dan dikorbankan haknya demi kepentingan segelintir kelompok.” Katanya

Dirinya juga menyesalkan atas adanya situasi yang berlarut larut ini yang dianggap bisa merugikan Masyarakat lainnya, “jangan gunakan framing “pembangunan smelter” atau “kesejahteraan rakyat” jika nyatanya aksi ini demi keuntungan pribadi. Kalau memang benar dirugikan, silahkan tempuh jalur hukum. Indonesia ini negara hukum,” tegas Haedariah.

 

Haedariah yang juga akademisi di Universitas Lakidende ini menilai aksi unjuk rasa dan pelarangan aktivitas terhadap PT SCM bukanlah murni gerakan moral, melainkan upaya penekanan yang terorganisir demi kepentingan tertentu. Haedariah menyoroti adanya motif kompensasi tanam tumbuh (seperti lahan Eppe, Tamparangteo, dan Cempedak) yang dibungkus dengan narasi pembangunan smelter. Lebih jauh, ia mengungkap adanya dugaan keterlibatan aktor-aktor luar hingga mantan petinggi perusahaan PT SCM yang diduga menjadi dalang di balik meningkatnya eskalasi konflik antara PT SCM dan warga Routa.

“Kami melihat ada desain yang melibatkan aktor intelektual, termasuk mantan petinggi perusahaan yang memicu polarisasi serta primordialisme di tengah masyarakat Routa. Ini bukan lagi soal adat atau aspirasi warga, tapi murni upaya terencana yang dipaksakan dari luar Routa. Negara tidak boleh kalah oleh pelarangan sepihak yang menyandera hajat hidup 3.000 jiwa warga Routa yang sebenarnya tidak tahu apa-apa dan masih sangat membutuhkan bantuan perusahaan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Kalau aksi pemalangan seperti ini terus terjadi, bisa saja warga lainnya menutup akses jalan yang melintasi desa mereka,” pungkas Haedariah

 

Hingga memasuki bulan keempat di tahun 2026, belum ada solusi nyata baik dari pemerintah daerah Kabupaten Konawe maupun aparat penegak hukum terkait blokade akses tersebut. “Sangat ironis, di negara yang sudah merdeka ini, kepentingan ribuan warga dikorbankan demi ambisi segelintir orang. Padahal program pemberdayaan pasyarakat adalah hak warga atas operasional tambang di wilayah kami,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

 

Menyikapi kebuntuan yang terjadi, Haderiah juga menginisiasi rencana pertemuan koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Konawe dan aparat penegak hukum Polres Konawe beserta unsur Tripika Kecamatan Routa lainnya. Agenda utama pertemuan ini adalah penanganan teknis terhadap pelarangan aktifitas bagi PT SCM dan mitra kerjanya yang menjadi penghambat distribusi program dan bantuan bagi Masyarakat Routa. Upaya mediasi ini demi membangun komunikasi yang mengedepankan kepentingan masyarakat, yang mutlak dibutuhkan dalam pengembangan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah lingkar tambang. (RLS/KS/RED)

  • Penulis: koararakonawe@gmail.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Power Up: Advanced Charging Solutions and Battery Tech Innovations

    Power Up: Advanced Charging Solutions and Battery Tech Innovations

    • calendar_month Sabtu, 24 Feb 2024
    • account_circle koararakonawe@gmail.com
    • visibility 296
    • 0Komentar

    Smart Homes: Beyond Automation to AnticipationIf 2023 could be summarized in the gadget space, it would be the year where our homes started truly “understanding” us. Gone are the days of generic automation. With advancements in AI, homes now anticipate needs. Your coffee machine knows when you’ve had a rough night and adjusts the brew […]

  • Israel-Hamas war live updates: Anti-U.S. opinion in Arab countries grows over support for Israel, leaders tell Blinken
    War

    Israel-Hamas war live updates: Anti-U.S. opinion in Arab countries grows over support for Israel, leaders tell Blinken

    • calendar_month Jumat, 9 Feb 2024
    • account_circle koararakonawe@gmail.com
    • visibility 468
    • 0Komentar

    President Joe Biden was visiting Mother Emanuel AME Church in Charleston, South Carolina, on a campaign stop today when a group of war protesters interrupted his speech. “If you really care about the lives lost here, then you should honor the lives lost and call for a ceasefire in Palestine,” one protester shouted during his […]

  • Design Transcended: When Art Meets Technology in Gadgetry

    Design Transcended: When Art Meets Technology in Gadgetry

    • calendar_month Jumat, 2 Feb 2024
    • account_circle koararakonawe@gmail.com
    • visibility 292
    • 0Komentar

    Exploring the Tech-Savvy WondersThe delineation between digital and physical continues to blur, weaving a fabric of reality that resonates with the beats of progress. Within this exciting nexus, entrepreneurs and tech aficionados find a fertile ground to cultivate, explore, and thrive. As we navigate through the myriad of gadget-driven narratives, there are key trends and […]

  • Apresiasi untuk PT. SCM, PC PMII Konawe Sebut Program Beasiswa Tepat Sasaran

    Apresiasi untuk PT. SCM, PC PMII Konawe Sebut Program Beasiswa Tepat Sasaran

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle koararakonawe@gmail.com
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Konawe, Muarainfo.id — Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Konawe menyatakan dukungan penuh terhadap langkah PT. SCM dalam mendorong pemerataan akses beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa di wilayah Kabupaten Konawe. Ketua PC PMII Konawe, Harbiansyah, menyampaikan bahwa program beasiswa yang diinisiasi oleh PT. SCM merupakan langkah positif dalam meningkatkan kualitas sumber daya […]

  • Israeli hostage freed by Hamas says ‘time is running out’ for captives as she describes harrowing conditions
    War

    Israeli hostage freed by Hamas says ‘time is running out’ for captives as she describes harrowing conditions

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle koararakonawe@gmail.com
    • visibility 432
    • 0Komentar

    TEL AVIV — Yocheved Lifshitz, one of the first Israeli hostages released by Hamas, took the world by surprise in late October when she shook the hand of one of her captors and uttered a single word: “Shalom” — a Hebrew salutation meaning “peace.” Now, in an exclusive interview, Lifshitz said she believes peace can […]

  • Polemik PT. SCM, PEKAT IB SULTRA, Karmin: Aktifitas Perusahaan Sudah Berikan Dampak Positif Ke Masyarakat Lokal

    Polemik PT. SCM, PEKAT IB SULTRA, Karmin: Aktifitas Perusahaan Sudah Berikan Dampak Positif Ke Masyarakat Lokal

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle koararakonawe@gmail.com
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Konawe – DPW PEKAT INDONESIA BERSATU  (Pembela Kesatuan Tanah Air) Provinsi Sulawesi Tenggara meminta polemik terkait aktivitas PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) di Kecamatan Routa disikapi secara objektif.  Hal ini disampaikan Wakil Ketuanya, Karmin, SH, menanggapi tudingan yang menyebut PT SCM tidak memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat Routa.   Karmin menilai tudingan tersebut […]

expand_less